Kembali ke Artikel
Diary of Auckland : Meet The Heroine dokumentasi pribadi
30 Sep/2020

Diary of Auckland : Meet The Heroine

Menjadi berbeda pun, Tuhan beri jalannya....

 

Nun jauh di negeri kiwi sana. seseorang mengangkat tangan. berdoa pada tuhannya di awal kedatangannya ke Auckland. perempuan ini hanya memiliki 100 dollar sebagai pegangan sampai uang beasiswa turun. dalam dinginnya musim semi, ia menangis. ingin pulang ke Samarinda. namun sadar bumi etam yang menjadi sandaran rezekinya sudah menutup sumbernya. karenanya ia harus bertahan di negara terdekat dari kutub selatan ini. bagaimanapun sulitnya.

 

New Zealand adalah alam barzah baginya. berbekal doa ibu di Sepinggan yang meninggal dua tahun kemudian. siapa sangka alam barzah baginya ternyata adalah surga ijabah doa. di sana Nurul hidup dengan bahagia dalam surga dunia di Selandia. Selandia Baru menjadi bukti nyata kasih sayang tuhan sang maha memelihara. di sana Nurul membangun hidup. jatuh - bangun menjalani hari sebagai mahasiswa Ph.D.

 

Dia, Nurul Kasyfita. Pahlawan Wanita Asal Samarinda.

 

putri dari pedagang pasar pagi. Nurul Kasyfita cukup melenceng dari gambaran pahlawan masa kini yang berangkat dari minus. terlahir dari keluarga biasa. bersekolah di Samarinda hingga pascasarjana. jurusannya konsisten ; pendidikan. jika hanya ingin meraih rezeki di tepian mahakam. tentu lapak di pasar pagi tidak kurang. Nurul nyaman saja mewarisi toko baju ibunya dan meneruskan bekerja melayani pelanggan setia. menjebak diri dalam rutinitas lepas dhuha hingga lepas ashar sembari memutar tasbih. Sesekali berwisata ke ibukota sekalian mengambil barang. sebuah prespektif nyata kemapanan khas masyarakat Banjar.

 

tapi Nurul ingin memiliki profesi. melalui pendidikan, ia menjadi abdi negara di bidang pendidikan. berbakti pada bumi etam dengan mengajar jurusan pendidikan kimia di kampus hutan tropikal basah. ia menikah dan memiliki seorang bidadari cantik. Najwa namanya.

 

sampai sini tidak ada yang istimewa. hanya seorang dengan pilihan hidup medioker yang nyata menjanjikan kenyamanan. tapi inilah tragedinya ; ia menikah dengan seseorang yang tidak ingin dirinya terbang tinggi. laki - laki itu menginjak harga dan kepercayaan diri Nurul agar merasa lebih kuasa dalam rumah tangga. kekerasan dalam rumah tangga lengkap dialami Nurul. baik fisik maupun emosi. Nurul hancur. rumah tangganya gagal. bidadarinya direnggut. si laki - laki memiliki dukungan penuh dari keluarga besarnya. mereka satu suara. Nurul adalah istri dan ibu yang buruk karena memiliki pendidikan tinggi. Nurul dianggap hanya melengkapkan tuntutan masyarakat dalam membangun rumah tangga. karena dari sikap dan tingkah Nurul terang menggambarkan prinsip hidup kesetaraan yang disalahpahami oleh pandangan sempit paham patriarki.

 

menjadi janda tanpa akta di usia muda. itulah babak baru kehidupan Nurul. kepergiannya dari rumah bukan akhir cerita. laki - laki itu masih kerap menghina Nurul. seakan kekerasan tempo hari belum cukup. keyakinan Nurul dihancurkan, ia didoktrin tidak akan pernah menikah lagi karena tidak ada seorangpun laki - laki yang ingin memperistri perempuan dengan prinsip “mengerikan”.

 

di kost Jalan Pramuka itu, di lantai dua yang menyimpan panas. Di sanalah Nurul tinggal. menjadi satu - satunya penghuni dengan profesi pengajar di tengah para mahasiswi. lantai dua yang tidak bisa ditempati selepas matahari dhuha dan baru dingin jauh setelah isya. selama waktu - waktu tersebut Nurul habiskan di kantor. di Fakultas yang terletak di lembah Gunung Kelua. lepas mengajar ia habiskan dengan bercengkrama dunia maya di laboratorium komputer. berselancar sambil menunggu dengan sabar menuju jam - jam kiranya kamar kost akan mendingin.

 

disanalah ia menemukan beasiswa ke India. sebuah beasiswa khusus abdi negara dengan konsekuensi potong gaji. berbekal kesadaran bahwa disana kriminalitas tinggi, berangkatlah Nurul ke bumi lima jam dari New Delhi. University of Mysore namanya. “tidak apa - apa S2 dua kali. “kemarin kan S2 nya pendidikan. kali ini kimia murni. cukuplah ini sebagai bekal mengajar pendidikan kimia”. begitu pikirnya. tidak dosa juga rasanya menjalani pilihan berbeda. singkat cerita, air mata dan sakit hati membawanya lulus tepat waktu dengan prestasi amat baik dalam spesialisasi kimia organik.

 

jika umumnya setelah lulus master dari kampus luar negeri abdi negara akan dapat pangkat dan naik gaji, lain untuk cerita hidup Nurul. justru gaji pertama setelah kepulangannya langsung dipotong sesuai kontrak beasiswa. menyisakan tujuh ratus ribu di tangan untuk bertahan sampai akhir bulan. Nurul memutar otak. bagaimanapun ia harus mendapat tambahan di luar berhemat hanya makan nasi dan tempe setiap sore. Nurul kemudian diterima mengajar di lembaga kursus bahasa inggris di mall dekat kampus. lepas mengajar yang biasanya dihabiskan di laboratorium komputer kini berpindah ke komplek Lembuswana. keringat mengajar bisa menutupi bayar kost, cucian, dan bensin sepeda motor. makan nasi dan tempe di sore kini bisa ditemani es teh. juga mie ayam Jalan Pramuka di akhir minggu. meski suara hilang karena terlalu banyak bicara menjadi efek sampingnya.

 

ada satu jejak takdir yang terlewat dari serpihan episode ini. Nurul tidak sadar kalau ternyata ia hampir selalu mengajar di kelas “Auckland”. kelas dengan foto Viaduct Harbour, pelabuhan terkenal di Auckland. Pelabuhan yang siapa nyana akan menjadi pemandangan apartemennya di kemudian hari dan menjadi background foto pernikahannya.

 

Nyaris Mundur dari Kandidat Doktor.

 

berangkat dari Balikpapan pukul 11 pagi menuju ibukota. lanjut pukul 6 sore terbang ke Sydney dan mendarat pukul 6 pagi keesokan harinya. boarding menuju Auckland pukul 10 pagi dan sekira pukul 1 siang waktu New Zealand pada 30 September 2015 ia mendaratkan diri di “Alam Barzah”.

 

Nurul menjadi penerima beasiswa negara untuk jurusan kimia murni di University of Auckland. menjadi kandidat doktor untuk bidang ilmu kimia. berjuang untuk gelar doktor dalam hari - harinya membuat senyawa kimia di laboratorium. berulang kali mencoba. berulang kali gagal. proses yang menguras emosi dan keyakinan. setelah berjuang 54 kali mensintesa senyawa untuk pencegahan kanker tanpa hasil dan disaat yang sama, berjuang mendapatkan akta cerai setelah digantung 5 tahun. semua ia urus dari awal. surat nikah, ijazah SMA, diskusi dengan pengacara. semua melelahkan. sulit. namun harus dijalani. Nurul depresi. ia ingin bunuh diri.

 

kemudian Nurul bangkit. nekad melakukan sesuatu yang mungkin tidak pernah terpikirkan : mengganti jurusan S3 berbekal ijazah magister manajemen pendidikan kampus Samarinda. merancang disertasi untuk jurusan pendidikan dari tahap paling awal, melobi pemberi beasiswa sekaligus melobi pihak imigrasi agar tidak membatalkan visa pelajarnya. takdir tuhan luar biasa. Nurul berhasil mengganti mimpi dari kandidat doktor lewat sintesa senyawa menjadi gelar Ph.D melalui kimia berwawasan lingkungan dan literasi kimia di Indonesia.

 

pada 2018, Nurul menikah dengan laki - laki yang muslim sejak 2012. Russel Chruch. laki - laki yang mendekatinya 3 minggu setelah kedatangannya ke Auckland. laki - laki yang sabar menunggu status Nurul jelas di mata hukum. laki - laki yang membukakan mata Nurul bahwa Allah mendengar doanya untuk mendapat jodoh yang baik, seiman, searah. laki - laki yang merangkul istri tanpa terintimidasi pendidikan tinggi.

 

namun hidup kembali tertawa pada Nurul. Baru setahun menikah, suaminya yang berprofesi sebagai supir bus divonis kanker stadium lanjut. hari - harinya kembali diwarnai drama. berjuang sebagai pegawai kontrak, merawat suami, sembari belajar untuk gelar doktor.

 

Keajaiban Itu Nyata, Bagi Mereka yang Percaya.

 

kini, Nurul resmi menjadi Aucklander. warga negara Indonesia yang memiliki hak sama dengan warga New Zealand. memiliki pekerjaan tetap sebagai Academic Services Cordinator di universitas nomor wahid di negeri para peri. tempat yang sama dengan tempatnya merajut disertasi. Berangkat Haji bersama suami melalui embarkasi Auckland dengan negara - negara Pasific Islander lain. sang suami juga kini sudah seratus persen sembuh dari kanker. hari - hari Nurul dihabiskan dengan belajar, menjelajah keindahan Selandia Baru, dan bekerja dengan bahagia. menjalani kehidupan pelangi setelah badai sepanjang hari.

 

dalam rangka pengabdian untuk Indonesia di bumi etam. bersama dengan Faizah Riffat Ma’rifah, Nurul Kasyfita Church menerima pinangan paradase.id sebagai tempat melabuhkan pemikiran berliannya. melalui media ini, Nurul akan menggelorakan semangat perempuan agar berani berdiri atas hak hidupnya tanpa melupakan kontrol sosial dalam bermasyarakat. ia ingin masyarakat melihat apa yang ia lihat. sebuah kesempatan dalam pahitnya episode hidup.

 

proyek sukarela bersama ini diberi nama Diary of Auckland. memuat tulisan - tulisan karya Faizah dan Nurul yang bertema encouraging pentingnya meraih pendidikan tinggi, peran perempuan untuk Kalimantan Timur yang lebih baik, serta mengenal lebih jauh tentang Negara Selandia Baru.

 

Selamat Membaca. Kia Ora !

 

 

Penulis : Faizah Riffat

Editor : Ibob Baros

 

 

 

 

 

Article Lainnya


Pendapatan Daerah Terimbas Pengalihan Listrik HOP ke PLN

Pendapatan Daerah Terimbas Pengalihan Listrik HOP ke PLN

PARADASE.id - Pengalihan tanggungan layanan listrik perumahan HOP Badak NGL ke PT PLN berimbas bagi ...

Dinding Bata dan Sesap Kopi

Dinding Bata dan Sesap Kopi

Inway # 118 Oleh :Rusmiati Indrayani Di masa pandemi bisnis penjualan ...

Hingga 2021 Disnakertrans Kaltim Gencarkan Pelatihan Pemasaran

Hingga 2021 Disnakertrans Kaltim Gencarkan Pelatihan Pemasaran

PARADASE.id - Program pelatihan pemasaran bagi para pelaku usaha sedang digodok oleh Dinas Tenaga Ke...

Umbi Porang Jadi Potensi Ekspor Kalimantan Timur

Umbi Porang Jadi Potensi Ekspor Kalimantan Timur

PARADASE.id - Potensieksporkomoditas non migas dan batubara terus dikembangk...

JELAJAH