Kembali ke Artikel
Dari Seminar Internasional; IAIN Samarinda Menuju Pendidikan Tinggi Islam Berkelas Dunia
15 Oct/2019

Dari Seminar Internasional; IAIN Samarinda Menuju Pendidikan Tinggi Islam Berkelas Dunia

15 Oct 2019 Feature

PARADASE.ID. Berkelindan dengan  peluang dan tantangan. Jalan memosisikan diri menjadi sebuah Perguruan Tinggi Islam yang diminati. Terbuka lebar.

 

“Kalian di Indonesia sungguh beruntung. Kuliah dalam keadaan aman. Sebuah negeri tanpa perang. Tidak demikian yang terjadi pada saya. Di negara saya. Myanmar. Penuh konflik dan situasi politik dalam negeri tidak menentu,” kata Dr. Kyi Kyi Kyaw dari Yusof Ishak Institute Singapore.

 

“Harus menunggu empat tahun dulu. Pasca SLTA. Hingga saya mendatangi Singapura. Untuk menuntut ilmu di perguruan tinggi, sana,” sambungnya.

 

Dalam paparannya yang ekspresif dan exciting. Kyaw asal Myanmar yang pernah bekerja di Australia ini. Menjelaskan peran teknologi digital. Internasional dan digital.

 

Meng-up lembaga. Go internasional adalah tentang kemauan. Tergantung peran manusia sebagai aktor utama. Taji internet melibas sekat batas. Menyatukan ruang dan tempat dalam perangkat berbentuk segi empat.

 

Teknologi digital hanyalah alat. Sarana yang memudahkan manusia terpelajar mencampakkan pemikiran dan keilmuannya pada masyarakat dunia.  “Saya baru kenal google setelah berada di Singapore. Ketika kuliah tingkat pertama,” jelasnya.

 

Artinya. Sebelum itu. Saat masih di Myamar. Doktor di Univesitas Yusof Ishak Singapura ini belum terpapar informasi dunia maya.

 

Memberi panggung. Auditorium IAIN Samarinda dikelilingi mesin pendingin berjumlah puluhan unit. Namun hawa di luar dan di dalam ruangan setara hangatnya.

 

Bukan salah keterbatasan pendingin udara. Namun hangat semangat berkilat dari dada.   Energi dari hati. Suasana peserta yang antusias mengikuti.  Selain Dr. Kyi Kyi Kyaw. Menyanding bersama. Berlaku sebagai pembicara adalah Prof. Nurhaidi Hasan. UIN Yogyakarta. Prof. Mujiburrahman Rektor UIN Banjarmasin. Prof. Zurqoni sebagai Tuan Rumah. .

 

Seminar internasional  (13/10).  Besutan program pasca sarjana IAIN Samarinda itu mengusung tema “Reformulasi Pendidikan Tinggi Islam di era Digital.” Diselenggarakan dalam rangkaian Dies Natalis ke-V.  IAIN Samarinda.

 

Dari  600 hadirin dan tamu undangan menyimak. Mereka berasal dari mahasiwa pasca sarjana aktif. IAIN Samarinda. Para dosen dan praktisi pendidikan. Peserta datang dari penjuru kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.

 

Kursi yang disediakan panitia. Dengan posisi duduk melingkar meja bundar. Audience khusyu’ menampung tumpahan pengalaman para master ilmu. Para Guru besar yang menggeluti dunia pendidikan Islam. Memotivasi diri peserta. Memerkaya pengetahuan. Mendorong supaya menjamah lintas keilmuan selain kemampuan ilmu yang sudah ada.

 

Menggunakan dua bahasa pengantar. Indonesia-Inggris. Menuju perguruan tinggi berkelas dunia ditopang sejumlah pendukung.

Menggunakan filosofi “sarang lebah madu “sebagai ciri khas. IAIN Samarinda. Segenap civitas akademika menancapkan tekad berlandaskan perintah ayat-ayat Al-Kitab.

 

Kitab suci. Surah An-Nahl yang memberitakan pujian terhadap lebah dan madu. Dipilihnya lebah madu sebagai kekhasan IAIN Samarinda adalah hasil pertimbangan dan perenungan panjang.

 

Sarang lebah madu adalah produksi asli madu hutan. Hutan tropis lembab Kalimantan Timur. Memunculkan potensi kearifan lokal dan kearifan spiritual. Lebah madu produk hutan Kalimantan Timur. Sedangkan rahasia dan infomasi lebah dan madu dikutip berdasarkan pemberitahuan kitab suci umat islam. Al-qur’anul karim.

 

Lebah madu. Bukan lebah biasa. Pilihan mengangkat lebah madu setelah menyisihkan lebah lainnya. Selain lebah madu. Terdapat lebah yang tidak mengasilkan bahkan ada lebah yang menyakiti.

 

Perumpamaan lebah sarat makna. Kandungan nilai kelebihan yang dimiliki lebah madu. Memberi manfaat maksimal. Baik terhadap manusia juga lingkungan. Lebah. Sekalipun  membangun sarang di dahan lapuk. Bebannya tidak sampai menghancurkan yang lapuk jadi ambruk.

 

Ada yang disebut Lebah Ratu dan ada Lebah Pekerja.

 

Dalam kenyataannya. Gambaran lebah adalah komunitas pekerja dan pemimpin yang bekerjasama. Kompak. Serentak menegakkan komitmen bersama. Memroduksi madu mustahil  dihasilkan lebah sendirian.

 

IAIN Samarinda. Kapasitasnya sebagai masyarakat akademik. Saling bergandengan tangan. Menegakkan semangat keilmuan guna mengasilkan sebaran kebaikan bagi  umat. Ummat islam dan ummat manusia lintas agama.

 

Lebih lanjut Zurqoni yang akan dikukuhkan Guru Besarnya pada 17 Oktober 2019. Bersamaan acara puncak Dies Natalis ke-V . IAIN Samarinda. Menuturkan filosofi pemilihan sarang lebah madu.

 

Menurutnya desain heksagonal bangunan sarang. Kemiringan 13 derajat yang dimiliki  sarang lebah merupakan seni arsitektur tinggi. Rumit sekaligus indah luar biasa.

 

Ke-Maha-Tahuan Ilmu. Penciptaan sempurna Sang Maha Kuasa. Tingkat kerumitan level langit namun dapat diterima masyarakat bumi.  Genius adalah kemampuan menyederhanakan hal-hal rumit. Dalam realitas sarang lebah madu.

 

Sarang selalu menunduk. Penanda rasa tawadhu. Rendah diri kepada Allah. Rendah hati terhadap manusia. Terdapat keistimewaan desain bangunan. Faktanya mengedepankan fungsi.

 

Kapasitas sarang menampung madu amat efektif.  Tingkat kemiringan 13 derajat. Menjaga madu yang dititipkan dalam sarang tidak tumpah. Madu aman di sana.

 

Sebagai praktisi pendidikan islam. Hendaknya setiap mahasiswa mewakafkan dirinya untuk menampung madu keilmuan. Menjadikan diri sebagai sarang. Pemikir yang menjalin potensi keilmuan saling berkait.

 

Penguasaan lintas ilmu. Selayaknya seseorang tidak bangga dengan satu kemampuan saja. Terus berupaya mengembangkan diri. Jelajahi bidang keilmuan lain yang diminati.

 

Para ilmuwan dan pemikir islam generasi awal hingga pertengahan adalah contoh sarang lebah madu. Ibnu Khaldun, Ibnu Sinaa. Al-Farabi. Adalah sebagian kecil nama pemikir dan cendikia lintas ilmu.

 

Mereka menjadikan diri bagai sebuah sarang keilmuan yang saling menaut. Seorang filsuf, dia adalah dokter juga ahli ilmu fiqh.  Memelajari ilmu yang bermanfaat untuk menggiring kemajuan ummat.

 

“Bagaimana seseorang tahu perdebatan pemikiran ilmuwan barat jika tidak membaca ? Tidak bersentuhan dengan pemikiran mereka ? Padahal dunia digital telah melimpahkan tsunami informasi.?” kata Prof. Mujib.

 

Prof. Nurhaidi, Prof Mujib dan Dr. Kyaw adalah ilmuwan dari kalangan muslim yang melanglang jamak negara. Mereka mendatangi dan melihat dari dekat pengelolaan perguruan tingi di negara-negara maju. Menyaksikan langsung  dan berdialog dengan pakar pendidikan hingga hulu ilmu.

 

“Setiap ketemu teman sejawat dari negara maju. Pertanyaan mereka diawal jumpa seragam. Sama pada satu hal; Penelitian apa yang sedang digarap ? Menulis artikel apa ? Atau jurnal apa yang disiapkan ? Buku apa yang siap diterbitkan?”

 

Pernyataan menyasar kegiatan mendasar. Tentang pemikiran dan produk ilmu pengetahuan yang dilahirkan. Sementara dunia luar berselancar dalam kesenyapan dunia digital. Kita di sini sedang piknik ke mana ?

 

Menurut Mujib terkait pengelolaan perguruan tinggi Antasari yang dipimpinnya. “ Kami mendesain program pendidikan kader ulama (fakultas ushuluddin). Dua bulan pertama mahasiwa baru wajib masuk asrama.

 

Kebijakan yang ramai protes. Padahal 50% lebih mahasiswa baru tidak bisa baca tulis al-qur’an.” Program asrama adalah semacam wadah karantina. Masa orientasi mahasiwa. Di asrama mereka mendapatkan materi keislaman dan kebangsaan.

 

Program wajib masuk asrama. Ditekankan Mujib atas setiap diri mahasiwa baru. Tertulis dan ditandatangani di atas materai. Tahun 2019. Satu jam setelah dibuka pendaftaran mahasiwa via online. Kouta 2.800 orang. Langsung penuh. Mahasiwa siap masuk asrama.

 

Sebagai praktisi pendidikan dan ilmu pengetahun. Setiap mahasiswa S-2. harus dituntut memuplikasikan penelitiannya pada jurnal nasional terindeks.

 

Kaum terdidik dikalangan mahasiwa pasca sarjana hendaknya menguatkan basic keilmuan. Merancang bangunan keilmuan yang kuat. Pondasi teori dengan mengutip sumber paling hulu.

 

Menurut Mujib. Menulis artikel ilmiah, jurnal dan penelitian adalah bagian melekat pada civitas akademika.

 

“Bangunan keilmuan harus kuat. Substansi skill dan memertimbangkan daya saing. Pelaku pendidikan tinggi  menguasai banyak teori dan paham cara mengumpulkan data.

 

Untuk menuju perguruan tinggi berkelas dunia. Dosen dan mahasiwa layaknya aktor utama.

 

Bagi Prof. Nurhaidi Hasan. Mewujudkan perguruan tinggi berkelas dunia. Pengembangan Academik Excellent adalah tentang meluaskan keilmuan    berbasis inter dan multidisplin.

 

Zaman ini. Akibat percepatan ilmu dan teknologi. Acapkali skill dan daya saing mengalahkan ijazah formal. Ketentuan yang disyaratkan dunia kerja. Diperkuat wawancara dan kemampuan menguasai pekerjaan adalah pilihan.

 

Mereka yang dipilih mungkin bukan bergelar sarjana S-2 atau S-3. Tapi yang punya skill dan kecakapan yang menjawab kebutuhan dunia kerja. Ijazah formal hendaknya diikuti oleh kemampuan yang semakin baik  terkait pengetahuan dalam isi tempurung kepala.

 

Satu perkembangan yang cukup membuat kita bangga. Fakta bahwa dua tahun terakhir. Tulisan ilmiah para pemikir muslim Indonesia telah menyalip dua negara tetangga Singapura dan Malaysia. Tulisan yang diterbitkan jurnal internasional.

 

Lebih jauh Haidi menuturkan akreditasi pada tingkat perguruan tinggi mulai 2019 akan mengembangkan standart borang level 8 dan 9.

 

Mereka para assesor itu tidak mudah dikelabui hanya berdasarkan data-data. Dokumen yang mereka sasar adalah uji bukti fisik terkait dan substansi.

 

Transformasi dari IAIN ke UIN bukan hanya masalah gengsi. Namun persoalan harga diri dan kepercayaan sebuah institusi.

 

IAIN Samarinda menghajatkan lembaganya menjadi pilihan pendidikan masyarakat Kalimantan. Dengan peningkatan mutu lulusan dan perbaikan layanan proses belajar mengajar. IAIN samarinda percaya diri. Di masa mendatang lembaga Perguruan Tinggi Islam ini semakin diminati juga disegani. (***)

 

Penulis :R. Indra

Editor    :Ahmad Fuad

 

Article Lainnya


Komisi III Janji Anggarkan  Perbaikan Hotel Grand  Mutiara Bontang yang Terancam Runtuh

Komisi III Janji Anggarkan Perbaikan Hotel Grand Mutiara Bontang yang Terancam Runtuh

PARADASE.id - Komisi III DPRD Bontang menggelar sidak di kawasan Hotel Grand Mutiara, pada Sel...

Bakhtiar Wakkang Ajak Konstituen Dukung Vaksinasi Covid-19

Bakhtiar Wakkang Ajak Konstituen Dukung Vaksinasi Covid-19

PARADASE.id - Anggota Komisi II DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang menjadi salahsatu penerima...

Warga Kurang Mampu Diusulkan Masuk Prioritas Vaksin di Bontang

Warga Kurang Mampu Diusulkan Masuk Prioritas Vaksin di Bontang

PARADASE.id - Anggota Komisi III DPRD Bontang Faisal mendorong pemerintah untuk memasukkan warga kur...

Jadi Peserta Vaksin, Anggota Komisi III Agus Suhadi Berikan Tips Sebelum Disuntik

Jadi Peserta Vaksin, Anggota Komisi III Agus Suhadi Berikan Tips Sebelum Disuntik

PARADASE.id – Anggota DPRD Bontang menjadi salah satu kelompok penerima vaksin Sinovac tahap k...

JELAJAH