Cerita

Sang Penatap

Sang Penatap

Oleh : Indrayani Indra “Pergi gak, gak, pergi, pergi gak ya. Kalau pergi gimana kalau tidak juga gimana ?” kata Larissa mondar mandir di ka...

Tragedi Minum Susu

Tragedi Minum Susu

Oleh : Indrayani Indra Umurku sekira enam saat itu. Saat doa terkabul hingga aku bertemu pagi Sabtu. Aku kerap tidak sabar menunggu Sabtu, meskipun har...

Pelajaran Mengarang

Pelajaran Mengarang

Cerita Oleh : Indrayani Indra Ruangan kelas bersalut riang sebelum dia datang. Sepasang daun jendela berbahan kayu agatis membebaskan udara bertandang ...

 Menulis Setelah Luka

Menulis Setelah Luka

Cerita Oleh : Indrayani Indra Membuat karangan ? Meskipun tema bebas, itu tetap saja harus menulis lagi. “Ah” kata Walkimi menarik bantal d...

Lelaki dari Shift Malam

Lelaki dari Shift Malam

OLeh : Indrayani Indra Sabtu. Akhir pekan yang lengang. Jalan raya kesepian dan alun-alun kota teronggok tanpa keramaian, tidak disinggahi satu orang p...

Mawar Putih Persahabatan

Mawar Putih Persahabatan

CERITA : Oleh Indrayani Indra Rumpun bambu bergesekan diterpa angin pukul 16.00. Daun bambu yang hijau pucat serupa dengan wajah Walkimi yang pasi. Derak...

Kicau Anisa

Kicau Anisa

CERITA : Oleh Indrayani Indra “Aduuuh, kenapa datang lagi ?” kata Anisa dengan nada tidak senang. Bibirnya maju dua senti seray...

Diam Mama

Diam Mama

Oleh: Inui Nurhikmah* Bagaimana asal mulanya, tak seorang pun tahu.Tidak Anton, tidak Sri, tidak juga Bapak. Mendadak saja Mama diam....

Cara Mengucapkan Maaf

Cara Mengucapkan Maaf

CERITA : Oleh Indrayani Indra Ruangan supermarket itu luasnya setengah lapangan sepak bola bagai yang terletak dua blok dari flat mereka. Ketika memasu...

Pagi di Hari Pilkada 

Pagi di Hari Pilkada 

Oleh : Indrayani Indra Sinar matahari dhuha mengganggu mataku. Kuningnya menyilaukan. Pendarnya mengulik dari balik jendela kaca, menembus langsung ke ...

Sawah dan Hutan Karet yang Tergadai

Sawah dan Hutan Karet yang Tergadai

Cerita oleh : Indrayani Indra Bulir-bulir padi berwarna emas. Batangnya bergerak disepoi angin dan sinar matahari pukul sepuluh. Semakin padat isinya s...

Lelaki yang Pernah Berjaya di Masanya

Lelaki yang Pernah Berjaya di Masanya

Bangunan kampus itu tetap sama seperti saat ia ada di sana, empat pilar utama berwarna hijau pupus menyangga gedung bagian depan dengan dinding berwarna putih s...

Ayunan

Ayunan

Oleh : Indrayani Indra Ratih dan Jamali sepakat berbagi tugas pengasuhan. Ratih akan menidurkan anaknya dalam ayunan pada siang hari dan suaminya akan ...

Nasi Campur Prapatan

Nasi Campur Prapatan

Oleh: Indrayani Indra Penampakkan wajah perempuan paro baya itu lebih banyak merupa kerut cemberut. Jika dia melayani pembeli, selain menanyakan berapa...

Batimung

Batimung

Oleh Indrayani Indra DEDAUN pandan dan daun laos dan daun dan batang serei mewangi dalam air jerangan panci yang sekujur pantat dan dinding luarnya men...

Napas di Ujung Prasangka

Napas di Ujung Prasangka

Konon, jelang regangnya antara nyawa dan raga. Seseorang datang menggoda. Menggoda sekuat tenaga dengan aneka cara. Trik yang diumpankan sampai memiripkan dirin...

Gaya Kepemimpinan

Gaya Kepemimpinan

Pekarangan gedung sekolah sudah ramai dengan anak-anak bermain sepak bola ketika penilik sekolah tiba. Ia mengenakan kemeja biru langit bergaris dipadu celana k...

Pelukis Senja

Pelukis Senja

Dari lantai ruang griya tawang, pemandangan di luar jendela kaca membentang leluasa. Saat itu seorang pelukis memindahkan potongan senja ke kanvasnya dengan lat...

Kepak Kormoran

Kepak Kormoran

Sayapnya mengembang. Kepala menukik ke bawah permukaan air dan “cup”, paruhnya memangsa seekor ikan mas sekira setengah kilogram. Dari sebuah rakit ...

Siasat Nabila

Siasat Nabila

Malam melintas seperti biasa, saat perjalanannya menuju subuh suasana ruang tengah penuh oleh kepanikan ibu dan kedua kakaknya. Nabila terbangun karena suara ga...

Sang Bos

Sang Bos

Kami bernyanyi mengikuti irama musik sambil mengerak-gerakan kepala dan tersenyum. Benar-benar tersenyum. Satu lagu selesai, diikuti lagu berikutnya dan seterus...

Kesedihan Terbaik

Kesedihan Terbaik

Kota tempat alamat aku lahir itu lebih dari lima dasa warsa ku tinggalkan. Mukim di luar daerah, meskipun masih satu daratan dan bisa dijangkau menggunakan kend...

Keputusan Laras

Keputusan Laras

SORE hari sehabis diguyur hujan, latar diri merapi melaharkan wibawa. Guratan cokelat tanah yang menyela hijau dari pucuk hingga perut gunung mengulum decak. Ja...

Bunga untuk Pagi

Bunga untuk Pagi

SINAR pagi yang menenangkan belum muncul ketika aku menggeret motor, berjalan agak memiring, melalui teras samping mepet dinding. Lebar jalur keluar meraih pint...

JELAJAH