Kembali ke Artikel
Catatan 23 Maret; Terima Kasih Bunda Neni, Selamat Bekerja Pak Basri
23 Mar/2021

Catatan 23 Maret; Terima Kasih Bunda Neni, Selamat Bekerja Pak Basri

23 Mar 2021 Editorial Feature

Oleh : Muhammad Ali Akbar

Direktur Utama Paradase.id (Paradase cakra Media)

 

23 Maret 2016 silam, Neni Moerniaeni dan Basri Rase resmi dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang. Maju melalui jalur independen, pasangan yang memiliki sebutan Nebas ini resmi memimpin Kota Bontang untuk lima tahun ke depan. Namun, per hari ini, di tanggal yang sama, tongkat estafet kepemimpinan beralih, Neni Moerniaeni atau yang akrab disapa Bunda Neni resmi meletakkan jabatan wali kotanya yang nanti akan berganti kepada sang wakil yakni Basri Rase. Itu setelah Pak Basri sukses memenangi Pilkada Bontang pada Desember 2020 lalu. 

 

Tulisan ini dibuat sebagai bentuk apresiasi kepada Bunda Neni dan Pak Basri yang sudah mengabdikan dirinya untuk masyarakat Bontang. Secara umum, Bunda Neni dan Pak Basri terbilang sukses menjalankan roda pemerintahan. Sederet prestasi mampu diukir. Padahal, kondisi APBD tidak begitu sehat. Kita masih ingat, saat awal menjabat, Neni-Basri harus berkeringat menyusun program karena keuangan daerah terjun bebas. Isitlah populer kala itu APBD mengalami defisit. Untung Bunda Neni dan Pak Basri bergerak cepat. Bergerak cermat. Kalau tidak, salah salah bisa lempar handuk. Bagaimana tidak, APBD saat itu terjun bebas di angka Rp 800 miliar. Itu sama dengan jumlah APBD di era Walikota Sofyan Hasdam yang tentu tidak relevan dengan kondisi 2016-2017. 

 

Beberapa kebijakan tidak populer terpaksa diambil. Mulai dari pemotongan gaji honorer, pengurangan TPP pegawai, hingga memangkas kegiatan belanja barang dan jasa. Pressure publik pun mencuat. Namun Neni dan Basri tak goyah. Bergerliya ke grass rooat menjelaskan duduk perkara. Tahun pertama sukses dilalui dengan minus program Produta harus absen karena defisit. 

 

Yang namanya jabatan politik, Bunda Neni dan Pak Basri pun tak luput dari pasang surutnya hubungan mereka dalam menjalankan roda pemerintahan. Yang hingga akhirnya memastikan mereka tak lagi bersama di Pilkada 2020. Bunda Neni maju dengan Pak Joni melalui koalisi besar. Sedangkan Pak Basri memilih Ibu Najirah. Proses Pilkada juga tak lepas dari dinamika politik yang cukup memiliki tensi tinggi. Bahkan, pilkada kali ini harus meninggalkan catatan duka karena wafatnya Almarhum Adi Darma yang pada skenario awal maju dengan Pak Basri yang kemudian digantikan Ibu Najirah. Almarhum Pak Adi wafat karena sakit. 

 

Sekarang seluruh perjalanan dinamika politik sudah berakhir. Bunda Neni juga sudah memberikan dedikasi terbaiknya selama memimpin Bontang. Kota yang berjuluk Kota Taman ini bisa bangga dengan sejarah yang ditorehkan Bunda Neni dengan seluruh programnya. Publik akan mengenang dan menikmati apa yang sudah diberikan Bunda Neni Bersama Pak Basri. Dan sekarang di hari ini Bunda Neni resmi selesai menjabat. Saya bisa menduga, Bunda Neni menyelesaikan tugasnya dengan kepala tegak. Publik akan merindukan Bunda Neni. Kemudian, saya dan tentu masyarakat Bontang secara luas akan menanti sentuhan manis Pak Basri memimpin kota ini. Pengalamannya sebagai Anggota DPRD Kota Bontang dan Wakil Wali Kota Bontang membuat Pak Basri akan kokoh mengemban amanah ini. Ditambah Bu Najirah yang tentu banyak belajar dari almarhum Pak Adi yang tak lain mantan Wali Kota Bontang periode 2011-2016. 

 

Mungkin tulisan saya ini bisa juga mewakili apa yang ingin disampaikan masyarakat Bontang. Ya, Terimakasih Bunda Neni atas dedikasimu. Dan selamat bekerja Pak Basri yang mungkin pekan depan akan dilantik menjadi Wali Kota Bontang yang baru. (***)

Article Lainnya


Lima Daerah Dengan Serapan Dana Covid-19 Tertinggi dan Terendah, Ini Rinciannya

Lima Daerah Dengan Serapan Dana Covid-19 Tertinggi dan Terendah, Ini Rinciannya

PARADASE.id - Kementerian Dalam Negeri membeberkan realisasi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Bela...

Fungsi Orangtua di Pagi Hari

Fungsi Orangtua di Pagi Hari

Inway #148 Oleh Rusmiati Indrayani Sungguh, seandainya setiap orangtua memiliki pi...

Berlaku Hingga 8 Agustus, Delapan Daerah di Kaltim Level 4

Berlaku Hingga 8 Agustus, Delapan Daerah di Kaltim Level 4

PARADASE.id - Setelah Balikpapan, Bontang dan Berau masuk pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan ...

Rendahnya Kesadaran Prokes Masyarakat Bontang Jadi Kendala Pengendalian Covid-19

Rendahnya Kesadaran Prokes Masyarakat Bontang Jadi Kendala Pengendalian Covid-19

PARADASE.id - Angka kasus pandemi di Kota Bontang masih meningkat hingga saat ini. Upaya pemerintah ...

JELAJAH