Kembali ke Artikel
Buku Karya Prof. Sudharto P.Hadi; Kemandirian dan Keterbatasan. Dua Kata Kunci Mengelola Perusahaan Cover buku karya Profesor Sudharto P. Hadi. (ist)
29 Jul/2019

Buku Karya Prof. Sudharto P.Hadi; Kemandirian dan Keterbatasan. Dua Kata Kunci Mengelola Perusahaan

29 Jul 2019 Buku Gaya

PARADASE.ID. Telah terbit buku berjudul Buku : Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan, pengarang Prof. Sudharto P. Hadi, MES, PhD. Penerbit : Undip Press Semarang.

 

Terbit Juni 2019. Jumlah halaman : 114. Buku tersebut telah dibedah oleh Dr. Krisdyatmiko (Pakar CSR UGM),  di Undip, Semarang  pada 18 Juni 2019.

 

Pengarangnya, yang akrab dipanggil Prof Dharto lahir di Klaten, tanggal 3 September 1954. Istri, Sri Budiarni dan anak empat, Adi, Rian, Laras dan Haryo. Cucunya tiga, Andra, Aufar dan Nameera. Menyelesaikan S1 di Fisip Undip tahun 1979.

 

Melanjutkan studinya di Faculty of Environmental Studies,York University,Toronto,Canada tahun 1989 dengan tesis Comparative Analysis of Social Impact Assessment: Indonesia and Canada. Lulus dengan gelar Master in Environmental Studies (MES). Program doktornya diselesaikan di School of Community and Regional Planning University of British Columbia (UBC), Vancouver, Canada dengan disertasi : The Process, the Impact and the Alternatives of Industrial Development in Central Java, Indonesia (1993). Prof Dharto menjadi Rektor Undip (Universitas Diponegoro) periode 2010-2014 sejak tanggal 18 Desember 2010. 

 

Ia suka dan fokus di area perencanaan/manajemen lingkungan, etika lingkungan dan resolusi konflik lingkungan. Peduli terhadap lingkungan dalam industri. Baik lingkungan hidup maupun lingkungan social. Dalam tugas sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Proper (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan), Prof Dharto mendorong industri untuk melakukan keseimbangan antara profit, social dan lingkungan.

 

Semua harus tumbuh harmoni. Sewaktu menjadi Rektor Undip, Prof Dharto mengembangkan hutan lindung Undip sebagai ruang terbuka hijau supaya mendapat pasokan udara segar dari tanaman.  Namanya melambung saat ditunjuk sebagai panelis dan moderator Debat Capres/ Cawapres 2014 dengan tema Energi, Pangan dan Lingkungan Hidup. Tahun 2019, dia sebagai Koordinator Tim Panelis Debat Capres dengan tema Energi, Pangan, Sumber Daya Alam, Infrastruktur  dan Lingkungan Hidup.  

 

Buku ini sebaiknya dibaca oleh pelaku perusahaan yang peduli pada lingkungan social perusahaan dan stake holder lainnya. Sebagaimana diketahui di Kaltim banyak sekali industri terutama industri pertambangan batubara yang pengelolaan lingkungannya masih perlu pembenahan. Banyak lubang menganga karena pasca tambang dibiarkan saja. Menurut info yang dirilis Jaringan Advokasi Tambang, tahun 2018 ada 1.735 lubang bekas tambang di seluruh Kaltim dan sampai sekarang telah memakan 35 korban meninggal.

 

Perusahaan yang melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan jumlahnya masih kecil. Menurut Direktori Industri Manufactur 2017 ada 30.991 perusahaan di Indonesia. Dari data di buku ini. Tahun 2015, perusahaan yang ikut Proper dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan masih kurang dari 10 persen.

 

Perusahaan yang berpotensi menimbulkan pencemaran dan kerusakan lingkungan mencapai sekitar 25.000. Tahun 2015, dari 2.137 perusahaan yang ikut Proper dan tahun 2016 dari 1.980 perusahaan yang ikut Proper, yang masuk kategori peringkat emas hanya 12 perusahaan. Masih di bawah 1 persen. Proper periode 2017-2018 diikuti 1.906 perusahaan, dengan Proper kategori hijau 155 perusahaan (20 perusahaan masuk kategori emas), peringkat Biru 1.454 perusahaan, Merah 241 perusahaan, dan Hitam 2 perusahaan, serta 16 perusahaan dikenakan penegakan hukum dan 18 tidak beroperasi.

 

Ini buku lumayan bagus tentang tanggung jawab lingkungan dan sosial perusahaan yang ditulis oleh pakarnya dengan pendekatan ilmu sosial. Paling tidak ada tiga pendekatan karena Prof Dharto memiliki ketiganya : Secara teori, secara praktik dan pengaruh kekuasaan. Prof Dharto mengerti teori dan terlibat konsultasi beberapa perusahaan yang concern pada masalah lingkungan dan sosial sekitar perusahaan. Bagaimana etika bisnis harus dibangun dengan pendekatan CSR. Bagaimana memenuhi fungsi perusahaan yang dalam kiprahnya harus memenuhi corporate objective, personal objective dan societal objective. Corporate objective dengan profit, personal objective dengan memenuhi kebutuhan karyawan dan societal objectives dengan memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar di antaranya sarana prasarana, pencegahan kerusakan lingkungan, pemberdayaan masyarakat.

 

Masyarakat mendapat nilai positif dari kehadiran perusahaan. Bagaimana Program CSR bisa dikaitkan dengan SDGs (Sustainable Development Goals).

Buku ini komplet dengan best practise perusahaan dengan peringkat Proper terbaik. Praktik CSR terbaik yang telah dilakukan perusahaan di Indonesia.

 

Bagaimana Pertamina Eksplorasi Produksi Field Rantau, Aceh Tamiang menerapkan program community development dengan budidaya lele, industri rumah tangga dan pakan ternak. Bagaimana Pertamina Refinery Unit Balongan berkiprah dalam budidaya mangrove, mengembangkan kemandirian TKW (Tenaga Kerja Wanita) dan meningkatkan produk pertanian. Bagaimana Badak LNG di Bontang melakukan Program CSR, pencacahan sampah plastik, konservasi mangrove, Koperasi Cipta Busana, ternak sapi, budidaya ikan lele dan eko wisata mangrove.

 

Bagaimana Pupuk Kaltim di Bontang dengan lima unggulan Program CSR, Kampung Guntung Hijau,  Keramba Jaring Apung Tanjung Limau,  Better Living in Malahing,  Inkubator Bisnis Anak Berkebutuhan Khusus. Juga beberapa lesson learned dari perusahaan kandidat proper emas.

 

Makin komplet lagi buku ini karena penulisnya sebagai Dewan Petimbangan Proper, bisa ikut campur tangan dalam memperbaiki peran perusahaan untuk menata lingkungan dan sosial sekitar perusahaan. Bagaimana mengarahkan perusahaan supaya dalam praktek mendekati ideal Program CSR dengan pendekatan peringkat Proper.

 

Bagaimana beyond compliance terhadap ketaatan regulasi di antaranya pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, pengelolaan limbah B3, pengendalian pencemaran air laut dan potensi kerusakan lahan. Juga beyond compliance pada penerapan system manajemen lingkungan, upaya efisiensi energy, implementasi reduce, reuse dan recycle (3R), konservasi air dan penurunan beban pencemaran air limbah, perlindungan keanekaragaman hayati serta pemberdayaan masyarakat.

 

Ada juga pembahasan case study isu-isu Community Development yang sudah diidentifikasi dan bagaimana menyelesaikannya. Di antaranya adalah kelembagaan yang tidak terintegrasi, bank proposal, minim pendampingan, masyarakat tergantung, penyusunan program tidak partisipatif, penyusunan pemataan social tidak partisipasif, program tidak tepat sasaran, tidak ada keberlanjutan program, CSR sebagai peredam.

 

Dengan CSR yang baik, karyawan akan betah bekerja karena lingkungan kerja yang aman dan nyaman. Kondisi ini akan mendorong produktivitas karyawan. Perusahaan juga mempunyai citra baik di mata para stakeholders. Masyarakat sekitar mendukung keberadaan perusahaan karena merasa mendapat manfaat positif pada kehadiran perusahaan. Prof Dharto sering mengutip pepatah Jawa, “Pager mangkok luwih kuwat tinimbang pager tembok.” Mangkok adalah semacam piring tetapi cekung, biasa untuk makan soto atau bakso, sebagai symbol kepedulian kita pada masyarakat sekitar. Pagar mangkok lebih kuat daripada pagar tembok. Intinya berbagi dan peduli.

 

Kalau bisa meringkas seluruh isi buku sebenarnya sederhana saja. Sesuai judulnya seperti itu pula kata kuncinya. Tanggung jawab sosial, kata kuncinya kemandirian.  Lingkungan kata kuncinya keterbatasan. Hanya dua kata, kemandirian dan keterbatasan. Dua kata kunci itu harus diperhatikan dalam mengelola perusahaan. Kalau boleh memberi masukan pada buku ini adalah covernya, kurang kekinian dengan design grafis yang melineal. Covernya terlalu lugu dengan warna dominan putih polos. Orang Jawa bilang, cebleh. Sayang buku yang isinya komplet kemasannya kurang menarik. Masih ada beberapa kesalahan ejaan. Mungkin editor kurang teliti.

 

Semoga buku tersebut dapat sebagai media pembelajaran terhadap perusahaan yang ingin menerapkan Program CSR dan mengedukasi masyarakat luas sehingga mereka sadar bahwa antara masyarakat dan industri itu saling membutuhkan. Berjalan harmoni seiring sejalan.

 

Buku ini juga dilengkapi dengan buku ke dua, Bunga Rampai Manajemen Lingkungan yang merupakan kompilasi tulisan karya Prof. Sudharto P. Hadi, MES, PhD. Isinya tentang berbagai  kasus lingkungan hidup di Indonesia antara lain Tantangan Lingkungan Kabinet Trisakti, Kepala daerah Peduli Lingkungan, Agenda Lingkungan Gubernur Terpilih, Carut Marut Tata Ruang, Menata Kota Berbasis Kinerja Lingkungan, Cacat Sosial Dokumen AMDAL, Dimensi Sosial dan Lingkungan Kawasan Industri, Revolusi Pengelolaan Sungai, Isu Lingkungan Debat Capres 2019. Prof Dharto bisa mendokumentasikan banyak kasus lingkungan karena terlibat pada diskusi atau nara sumber kasus tersebut.

 

Calon kepala daerah atau wakil rakyat  cukup membaca buku ini sudah bisa menangkap isu sosial dan lingkungan sebagai andalan bahan jualan visi misi mereka.  (***)

 

 

Penulis                                               :Sunaryo Broto

Editor                                                 :Akbar

 

Article Lainnya


Menkeu: Rencana IKN Picu Harga Tanah Melonjak

Menkeu: Rencana IKN Picu Harga Tanah Melonjak

PARADASE.ID. Pemerintah akan mulai memindahkan ibu kota negara (IKN) ke Kalimantan Timur pada 2024. ...

Cetak Gol, Havertz Mengalami Patah Jari Tangan

Cetak Gol, Havertz Mengalami Patah Jari Tangan

PARADASE.ID. Gelandang serang Chelsea Kai Havertzmengalami insiden mengerikan setelah patah ja...

Sebelum Check Up, Perhatikan Ini Dulu

Sebelum Check Up, Perhatikan Ini Dulu

PARADASE.ID. Tes Kesehatan atau medical check up (MCU) adalah pemeriksaan untuk melihat kondisi kese...

Krisis Batu Bara, Direktur Energi PLN Dicopot

Krisis Batu Bara, Direktur Energi PLN Dicopot

PARADASE.ID. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengganti posisi Rudy Hendra Pras...

JELAJAH