Kembali ke Artikel
BMKG Prediksi, Puncak Kemarau di Kutim Terjadi Pada Akhir Tahun Kepala Stasiun Met. Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan - Balikpapan, Ibnu Sulistyono. (FOTO:Wartakutim)
30 Aug/2019

BMKG Prediksi, Puncak Kemarau di Kutim Terjadi Pada Akhir Tahun

PARADASE.ID. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan selalu memberikan informasi pada tiap daerah, tentang perkembangan musim kemarau maupun musim hujan. Karena potensi yang patut diwaspadai pada musim kering adalah asap dan titik api dan jika musim hujan ialah potensi kerawanan longsor dan banjir.

 

Ibnu Sulistyono Kepala Stasiun Met. Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan – Balikpapan mengungkapkan, triger (pemicu, red) kebakaran hutan itu disebabkan oleh cuaca. Update perkembangan cuaca hingga akhir Agustus 2019, ada dua wilayah di Kutim yang sudah dilewati musim kemarau dan ada dua wilayah yang masih akan terus menghadapi musim kering.

 

“Peta perkembangan musim kemarau di Kalimantan Timur, prakiraan musim kemarau di Kutai Timur bagian timur dimulai pada awal bulan Juni yang sifatnya diatas normal. Lalu puncaknya terjadi pada bulan Juli lalu. Untuk Kutim bagian Selatan, akhir Mei hingga Juni minggu kedua awal musim kemarau datang, dan puncaknya pada bulan Agustus,” ungkapnya.

 

Untuk Kutai Timur bagian barat, prakiraan musim kemarau agak mundur terjadi yakni antara Juli hingga Agustus pertama. Yang mana puncaknya diperkirakan berlangsung pada bulan Desember mendatang. Untuk Kutim bagian tengah, prakiraan puncak musim kemarau terjadi pada bulan September.

 

Ibnu Sulistyono yang pernah menjabat sebagai Kepala Stasiun BMKG Banjarmasin menyebutkan, titik hotspot untuk Provinsi Kaltim paling banyak terjadi di Kutai Kartanegara. Diikuti oleh Kutai Barat, Berau, lalu selanjutnya Kutai Timur. Selebihnya untuk Kabupaten/Kota di Kaltim titik hotspotnya terbilang rendah semua.

 

“Hotspot di Kaltim secara keseluruhan pada 24 Agustus 2019 ada 723 titik, namun untuk titik hotspot terbanyak di Indonesia diduduki oleh Kalimantan Barat dan diikuti oleh Riau. Untuk Kaltim sendiri terlihat angin melaju ke wilayah Berau di arah Timur laut. Wilayah Jawa dan Sumatera saat ini sudah pada tingkat kekeringan ekstrim,” terangnya saat menjelaskan prakiraan cuaca di musim kemarau. (***)

 

 

Penulis:Zuajie

Editor:Akbar

Sumber:Wartakutim

Article Lainnya


Normalisasi Sungai Solusi Tercepat Penanganan Banjir di Bontang

Normalisasi Sungai Solusi Tercepat Penanganan Banjir di Bontang

Paradase.id - Penanganan banjir menjadi pekerjaan rumah Pemkot Bontang. Salah satu upaya yang dilaku...

Sesuai Harapan, Indonesia 3 Besar Peringkat Sea Games 2021 di Vietnam

Sesuai Harapan, Indonesia 3 Besar Peringkat Sea Games 2021 di Vietnam

Paradase.id - Kontingen Indonesia mengakhiri SEA Games 2021 di posisi ketiga klasemen medali. Berdas...

Mobil AmbulanMU Diresmikan, Basri rase: Diharapkan Meringankan Beban Warga yang Membutuhkan

Mobil AmbulanMU Diresmikan, Basri rase: Diharapkan Meringankan Beban Warga yang Membutuhkan

Paradase.id - Wali Kota Bontang Basri Rase menghadiri sekaligus meresmikan peluncuran mobil AmbulanM...

Indonesia Sumbang Medali dari Cabor Bowling

Indonesia Sumbang Medali dari Cabor Bowling

Paradase.id - Medali perunggu diraih oleh Putty Insavilla Armein, Sharon Adelina L Santoso, Shinta C...

JELAJAH