Kembali ke Artikel
Bangun Serapo Untuk Wadah Pelestarian Budaya Kutai Pangeran Surya Praja saat mengukuhkan DRK dan ALPKB (FOTO:wartakutim)
27 Aug/2019

Bangun Serapo Untuk Wadah Pelestarian Budaya Kutai

PARADASE.ID. Bupati Ismunandar begitu antusias dengan berlangsungnya acara Pengukuhan Datasemen Remaong Koetai (DRK) dan Aliansi Laskar Pemuda Kutai Bersatu (ALPKB), yang disahkan langsung oleh Sultan Kutai Ing Martadipura ke-XXI yakni Prabu Anum Surya Adiningrat.

 

Menurutnya momentum ini merupakan momen penting dan bersejarah bagi Kabupaten Kutai Timur, dimana DTR dan ALPKB dapat melakukan Ikrar Abdi Suaka pada Kesultanan. Yang bertugas menjadi kepanjangan tangan Kesultanan, dalam menjaga adat istiadat dan melestarikan seni budaya Kutai di Kutim.

 

“Karena bagaimanapun kita tidak dapat melupakan sejarah, jika mengacu secara administrasi Kesultanan Kutai Ing Martadipura ini terbentang hingga daerah Sangkulirang dan berbatasan dengan Berau. Dimana Berau sendiri memiliki dua kerajaan yakni Kesultanan Gunung Tabur dan Kesultanan Sambaliung,” terang Mantan Ketua Nahdlatul Ulama Kutim ini.

 

Fakta sejarah amatlah menunjukkan betapa besarnya Kesultanan Ing Martadipura dalam hal wilayah, maupun sumbangsihnya untuk berpartisipasi aktif bagi Indonesia. Kehadiran anggota-anggota dari Datasemen Remaong Koetai dari kecamatan-kecamatan di Kutim hingga daerah-daerah lain, mendapatkan apresiasi lua biasa dari Bupati Ismunandar. Mengingat keberadaan organisasi ini menjadi penerus jalannya sejarah, terutama pengembangan adat istiadat Kutai.

 

“Menjaga adab, menjaga adat, menjaga sopan santun, seperti yang diucapkan oleh Panglima Datasemen Remaong (Alit Supriono, red), merupakan kunci dari pelestarian adat istiadat di daerah. Terlebih lagi tanah Kutai terbuka bagi semua lapisan masyarakat dari berbagai adat istiadat yang ada di tanah air. Sehingga soal kesantunan, menjaga adab, menjaga adat menjadi palang pintu dalam menjaga suasana Kutim yang damai dan kondusif,” terang Ismunandar.

 

Lebih jauh Ismu mengatakan, walau wajah-wajah dari DTR dan ALPKB sangar-sangar, namun saat mendengar pembacaan pernyataan sikpanya pada Kesultanan. Nampak wajah teduh mereka dalam menjaga pelestarian seni budaya, kesantunan, adab, dan saling-menghormati antara seluruh Warga Negara Indonesia (WNI).Untuk itu selain Pemkab Kutim, pihak-pihak swasta seperti PT Kaltim Prima Coal, untuk dapat membangun gedung serapo di Kutim. Sebagai wadah atau pusat pengembangan budaya Kutai di daerah ini.

 

“Kembali pada sejarah, yang patut diketahui bahwa yang ada kerajaan di wilayah Kubar, Kukar, Bontang hingga Kutim adalah Kesultanan Kutai Ing Martadipura. Saya sebagai pimpinan di Kutim, hanya mengakui Kesultanan ini saja, mengingat susur purus atau djuriatnya jelas. Selain dari itu hanyalah Raja Mamanda (teater adat, red), dimana semua orang bisa mengaku sebagai raja dan ratu,”ungkap Bupati sembari disambut tepuk tangan dan tawa tamu undangan. (***)

 

 

Penulis                                 :Zuajie

Editor                                    :Akbar

Sumber                                :wartakutim

Article Lainnya


Normalisasi Sungai Solusi Tercepat Penanganan Banjir di Bontang

Normalisasi Sungai Solusi Tercepat Penanganan Banjir di Bontang

Paradase.id - Penanganan banjir menjadi pekerjaan rumah Pemkot Bontang. Salah satu upaya yang dilaku...

Sesuai Harapan, Indonesia 3 Besar Peringkat Sea Games 2021 di Vietnam

Sesuai Harapan, Indonesia 3 Besar Peringkat Sea Games 2021 di Vietnam

Paradase.id - Kontingen Indonesia mengakhiri SEA Games 2021 di posisi ketiga klasemen medali. Berdas...

Mobil AmbulanMU Diresmikan, Basri rase: Diharapkan Meringankan Beban Warga yang Membutuhkan

Mobil AmbulanMU Diresmikan, Basri rase: Diharapkan Meringankan Beban Warga yang Membutuhkan

Paradase.id - Wali Kota Bontang Basri Rase menghadiri sekaligus meresmikan peluncuran mobil AmbulanM...

Indonesia Sumbang Medali dari Cabor Bowling

Indonesia Sumbang Medali dari Cabor Bowling

Paradase.id - Medali perunggu diraih oleh Putty Insavilla Armein, Sharon Adelina L Santoso, Shinta C...

JELAJAH