Kembali ke Artikel
7 Penyebab Nafsu Makan Meningkat Ilustrasi (FOTO:Int)
16 Sep/2019

7 Penyebab Nafsu Makan Meningkat

PARADASE.ID. Bagi sebagian besar orang, makan bukan hanya dilakukan demi bertahan hidup saja tetapi sekaligus menjadi kegiatan yang menyenangkan. Apalagi jika makanan yang dikonsumsi terasa lezat dan membangkitkan nafsu makan. Sayangnya, nafsu makan meningkat juga dapat menimbulkan masalah. 

 

Kita bisa menjadi kalap makan dan berpotensi menambah berat badan. Selain itu, nafsu makan yang berlebih ternyata bisa menjadi tanda penyakit. Nafsu makan meningkat yang terjadi sementara mungkin diakibatkan oleh stres ataupun kecemasan karena suatu kejadian tertentu. 

 

Hal tersebut akan menghilang dengan sendirinya saat sumber stres atau kecemasan dapat diatasi. Namun, terdapat beberapa kondisi yang dapat menimbulkan nafsu makan meningkat. 

 

Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat menjadi pelaku pemicu nafsu makan meningkat, yaitu:

 

1. Hipertiroidisme 

Hipertiroidisme adalah kondisi saat kelenjar tiroid memproduksi terlalu banyak hormon tiroksin yang membuat metabolisme tubuh semakin cepat. Terkadang percepatan metabolisme tersebut dapat membuat penurunan berat badan dan detak jantung yang tidak beraturan. Gejala hipertiroidisme tidak hanya berat badan yang menurun dengan cepat dan detak jantung yang tidak beraturan, tetapi juga nafsu makan meningkat. 

 

2. Penyakit Grave 

Terdapat berbagai penyebab dari hipertiroidisme, salah satunya adalah penyakit Grave. Penyakit Grave adalah penyakit autoimun yang menyerang bagian organ tiroid dan menyebabkan meningkatkan produksi hormon tiroid. Penyakit Grave memiliki gejala yang sama dengan hipertiroidisme dan karenanya juga menyebabkan nafsu makan meningkat. 

 

3. Hipoglikemia 

Kadar gula darah tidak hanya bisa naik, tetapi juga turun. Kadar gula darah yang terlalu rendah dikenal dengan istilah hipoglikemia. Kadar gula darah yang menurun dapat diakibatkan oleh berbagai hal, tetapi umumnya dirasakan oleh penderita diabetes. Hipoglikemia menimbulkan gejala berupa nafsu makan meningkat, mual, gemetaran, kelaparan, berkeringat dingin, dan jantung berdetak kencang. 

 

4. Diabetes 

Nafsu makan meningkat bisa jadi salah satu tanda dari diabetes yang merupakan penyakit yang cukup umum di kalangan masyarakat. Diabetes merupakan kondisi saat tubuh tidak mampu memproses gula dalam darah. Secara garis besar, diabetes terbagi menjadi dua, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2, keduanya dapat menyebabkan nafsu makan meningkat. 

 

5. Kehamilan 

Nafsu makan meningkat mungkin bukan gejala kehamilan yang paling utama, karena ibu yang sedang hamil akan lebih cenderung merasa mual, kram, ataupun sakit kepala. Akan tetapi, nafsu makan meningkat dapat dialami ketika sedang hamil. Rasa lapar dan nafsu makan meningkat umumnya muncul saat awal dari trimester kedua. Saat trimester pertama, ibu yang sedang hamil biasanya akan mengalami penurunan nafsu makan atau bahkan tidak memiliki nafsu makan sama sekali. 

 

6. Sindrom premenstruasi 

Nafsu makan yang meningkat dan ngidam makanan tertentu dapat muncul saat wanita mengalami sindrom premenstruasi. Wanita yang sedang mengalami sindrom premenstruasi seringnya menginginkan makanan yang berlemak, manis, atau yang tinggi karbohidrat. Hal ini dikarenakan perubahan hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh sebelum menstruasi yang mengakibatkan nafsu makan meningkat. 

 

7. Depresi 

Ciri khas utama dari depresi adalah perasaan sedih yang mendalam yang membuat penderitanya kesulitan untuk menikmati kehidupannya. Namun, tahukah kamu bahwa terdapat berbagai macam jenis depresi? Salah satu jenisnya adalah depresi atipikal yang ditandai dengan membaiknya suasana hati saat terjadi kejadian yang positif. Gejala lain dari depresi atipikal adalah nafsu makan meningkat, merasa ditolak, sensasi berat pada paha dan lengan, serta terlalu banyak tidur. 

 

Konsultasikan ke dokter 

Apabila nafsu makan meningkat yang dialami makin parah atau sulit untuk dikendalikan, konsultasikan ke dokter untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan yang tepat. 

 

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, menimbang berat badan, dan memberikan beberapa pertanyaan kesehatan, pola makan, dan gejala lain yang dialami selain nafsu makan meningkat. 

 

Dokter bisa saja meminta untuk menjalani tes darah dan tiroid untuk mengukur dan melihat kinerja hormon tiroid dalam tubuh. (***)

 

 

Penulis :Zuajie

Editor :Akbar

Sumber :kompas.com

Article Lainnya


Sejumlah Sekolah di Bontang Keluhkan Sapras yang Tidak Layak Pakai, Ini Tanggapan Dewan

Sejumlah Sekolah di Bontang Keluhkan Sapras yang Tidak Layak Pakai, Ini Tanggapan Dewan

BONTANG - Sejumlah sekolah di Bontang hingga kini masih mengeluhkan banyaknya sarana prasarana (sapr...

Rencana Pemkot Bontang Beri Penghargaan Pahlawan, DPRD Sambut Positif

Rencana Pemkot Bontang Beri Penghargaan Pahlawan, DPRD Sambut Positif

BONTANG-- Rencana Pemerintah Kota Bontang yang berencana memberi penghargaan kepada tim sebelas pemr...

Bakhtiar Wakkang Minta UPT Maksimalkan Fungsi Pelayanan ke Pedagang Pasar Tamrin

Bakhtiar Wakkang Minta UPT Maksimalkan Fungsi Pelayanan ke Pedagang Pasar Tamrin

BONTANG - Anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang meminta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar...

Agus Haris: Revisi RTRW Bontang Berdampak Pengembangan Investasi Industri

Agus Haris: Revisi RTRW Bontang Berdampak Pengembangan Investasi Industri

BONTANG---- Menyambut pemindahan Ibu kota negara (IKN Nusantara) ke Kalimantan Timur Wakil Ketua DPR...

JELAJAH